RAKERNAS FORPIMPAS LPTK 2018

         

TEMA :  Strategi Pascasarjana LPTK Menghadapi Tantangan Era Disruptive (Revolusi Industri 4.0)

Masyarakat dunia memasuki era revolusi industri 4.0 yang ditopang oleh teknologi informasi yang telah meningkatkan peradaban manusia. Perubahan yang terjadi di era revolusi industri 4. akan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia dan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS) dari berbabagi tingkat pendidikan, yang termasuk Pendidikan Tinggi.

Penanggulangan dampak negatif dari revolusi industri 4, Perguruan Tinggi terutama Program Pascasarjana diharapkan dapat  mencermatinya dengan cepat dan tepat untuk meningkatkan daya saing bangsa Indonesia di era  persaingan global.

Strategi utama yang diperlukan Universitas dan Pascaasarjana secara khusus adalah melakukan  kebijakan strategis kelembagaan, bidang studi, kurikulum, sumber daya, serta pengembangan cyber university dan sebagainya, untuk mengantisipasi dampak negatif dari perubahan di era revolusi 4 tersebut.

Apabila dicermati lebih lanjut, perhatian utama yang akan dilakukan Kemenristek mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa di era Revolusi Industri 4.0, yaitu: (1) persiapan sistem pembelajaran yang lebih inovatif, penyesuaian, (2) rekonstruksi kebijakan kelembagaan pendidikan tinggi yang adaptif dan responsif terhadap revolusi industri 4.0 dalam mengembangkan transdisiplin ilmu dan program studi yang dibutuhkan, (3) persiapan sumber daya manusia khususnya dosen dan peneliti serta perekayasa yang responsive, adaptif dan handal untuk menghadapi revolusi industri 4.0, (4) terobosan dalam riset dan pengembangan yang mendukung Revolusi Industri 4.0 dan ekosistem riset dan pengembangan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas riset dan (5) terobosan dan perkuatan sistem inovasi untuk meningkatkan produktivitas industri dan meningkatkan perusahaan pemula berbasis teknologi (Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, 2018).

Perguruan Tinggi diharapkan memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan masyarakat yang ditopang oleh perkembangan teknologi di era revolusi 4.  Bertitik tolak dengan permasalahan tersebut RAPIMNAS FORPIMPAS Pascasarjana LPTK  Negeri se indonesia  serta the 1st International Conference on Innovation in Education (ICoIE) ditujukan  untuk merumuskan strategi Pascasarjana LPTK menghadapi tantangan diera disruptive (Revolusi Industri 4.0).  Melalui kegiatan tersebut, diharapkan PPs LPTK Negeri menemukan pola, model serta strategi untuk merespon kebutuhan masyarakat di era revolusi industri 4.

RAPIMNAS FORPIMPAS Pascasarjana LPTK Negeri se Indonesia dan the 1 st International Conference on Innovation in Education (ICoIE) 2018, bertujuan  secara  umum  untuk merumuskan pola dan model  dan strategi Pascasarjana LPTK menghadapi tantangan era disruptive (Revolusi Industri 4.0). Secara khusus kegiatan ini bertujuan untuk merumuskan pola, model dan strategi pengembangan:

  1. Literasi pembicara Pascasarjana LPTK Menghadapi Tantangan Era Disruptive (Milenium 4)
  2. Pendidikan Vokasional Pascasarjana LPTK Menghadapi Tantangan Era Disruptive
  3. Pengembangan Kurikulum Program Doktor (S3) by Research Pascasarjana LPTK Menghadapi Tantangan Era Disruptive.
  4. Manajemen dan Penguatan Tatakelola Pascasarjana Pascasarjana LPTK Menghadapi Tantangan Era Disruptive.
  5. Penjaminan Mutu Akademik Pascasarjana LPTK Menghadapi Tantangan Era Disruptive
  6. Publikasi Ilmiah Pascasarjana LPTK Menghadapi Tantangan Era Disruptive

Tema Rapim Tahun 2018, yaitu : Strategi Pascasarjana LPTK Menghadapi Tantangan Era Disruptive (Revolusi Industri 4.0). Keynote speaker untuk membahas tema diharapkan dari Kemenristek Dikti (Mentri atau Dirjen). Keynote speaker untuk tiap subtema adalah Direktur Pascasarjana LPTK Negeri Indonesia (Pembicara dapat menspesifikkan topik) dengan rincian sebagai berikut: (1) Literasi (Direktur Pascasarjana UNG dan UNP), (2) Pendidikan Vokasional (Direktur Pascasarjana UNESA dan UNIMED, (3) Pengembangan Kurikulum & Program Doktor (S3) by Research (Direktur Pascasarjana UNDIKSHA dan UM), (4) Manajemen dan Penguatan Tatakelola Pascasarjana (Direktur Pascasarjana UNJ dan UNM), (5) Penjaminan Mutu Akademik (Direktur Pascasarjana UNIMA dan UNY), (6) Publikasi Ilmiah (Direktur Pascasarjana UNNES dan UPI).

Luaran Forpimpas LPTK Negeri se Indonesia tahun 2018 direncanakan berupa suatu Rekomendasi/Deklarasi dari Forum Direktur untuk disampaikan ke Kementrian,  tentang struktur organisasi Pascasarjana, Kurikulum, Program Doktor (S3) by Research, manajemen dan Tata kelola Pascasarjana, dan usulan strategis untuk pengembangan Pascasarjana LPTK ke depan. Di samping itu, diharapkan lahir beberapa MoU antar Pascarsarjana terkait: pertukaran dosen, penerbitan jurnal, penguji dari luar institusi, dll.

AGENDA THE FIRST INTERNASIONAL CONFERENCE ON INNOVATION IN EDUCATION  (ICoIE) 2018 

AGENDA RAPAT KERJA NASIONAL  FORUM PIMPINAN PASCASARJANA